'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PW Nasyiah Sulsel 2016-2020 Dilantik
29 Maret 2017 11:29 WIB | dibaca 720



MAKASSAR-
Pimpinan Wilayah Nasyiah Sulawesi Selatan periode 2016-2020 dilantik Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Asyiyah (Nasyiah), Dyah Puspitarini. Pelantikan digelar di Gedung Serbaguna Aisyiyah, Jl Jend M Yusuf No 93 Makassar, Selasa (28/3).

Pelantikan mengangkat tema  “Membangun Eksistensi Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan melalui Advokasi dan peningkatan Kompetensi Kader”, dihadiri ratusan kader Nasyiah dari sejumlah daerah, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) tingkat Sulsel, serta perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel. Uniknya dua KNPI beda versi hadir dan duduk bersamaan dalam kegiatan tersebut.

Hadir juga Wakil Ketua PWM Sulsel, Dr Muh Syaiful Saleh, M. Si, Ketua PW Aisyiyah Sulsel, Dr Nurhayati Azis, M. Si, serta Pengurus Pusat Partai Demokrat Dr Andi Nurpati, M. Pd. serta Aisten I Pemprov Sulsel, Andi Sukri Mattinetta.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiah, Dyah Puspitarini, dalam arahannya mengutarakan Nasyiah sebagai gerakan perempuan muda Indonesia yang berkemajuan. Dengan penuh semangat, Ketua yang terpilih melalui Muktamar Yogyakarta 2016 ini menekankan bahwa kader dan pimpinan Nasyiah harus punya etos kerja keras. “Tidak akan tercapai perempuan berkemajuan jika tidak dilandasi skill yang matang. Indikator perempuan berkemajuan adalah harus bisa melakukan advokasi. Saya kira Nasyiah Sulsel bisa menjadi contoh organisasi-organisasi keperempuanan lainnya,” ungkapnya.

Sementara Ketua Nasyiah Sulsel, Susilawati, mengungkapkan optimismenya bersama Nasyiah Sulsel untuk melakukan aksi-aksi kemasyarakatan. “NA akan mampu menganalisis kekerasan perempuan terkait anak, dan kompetensi kader harus meningkat, terutama baca buku dan litetasi karena organisasi tidak akan berkembang jika kompetensi kader tidak kuat”  jelasnya.

Wati menegsakan, 85 tahun Nasyiah akan tetap konsisten menjalankan tujuan, visi dan misinya serta konsenten pada pemberdayaan permpuan muda melalui advokasi dan penigkatan kompetensi kader.

NA juga harus melakukan inovasi gerakan, dengan capaian-capaian yang lalu tentu akan ditingkatkan. Dia juga mengakui, membangun eksistensi organisasi itu tidak mudah karena banyaknya organisasi perempuan, namun Nasyiah itu tidak jadi alas an bagi Nasyiah.

Sementara itu, Ketua Nasyiah demisioner, Eka Damayanti dalam pidato wadanya, mengutarakan harapan akan konsistensi pengurus yang dilantik.

“Semoga pengurus yang di SK kan hari ini tetap bertahan sampai selesai pengurusannya untuk memperbaiki organisasi, supaya lebih baik dari yang lalu,”tuturnya.

Shared Post: